LAPORAN
PRAKTIKUM
FISIOLOGITUMBUHAN
PERCOBAAN IV
PEMISAHAN PIGMEN-PIGMEN DAUN
NAMA :
SOPHIA MARCELINA YANSIP
NIM :
H41113701
KELOMPOK : I (SATU) A
ASISTEN :
ABDI KHALIK
HARI/TANGGAL :
RABU/26 NOVEMBER 2014
LABORATORIUM BOTANI JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang
dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi
terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk
hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya
fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga
berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.
Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya)
disebut sebagai foautotrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi
karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat
(difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energy (Anonim, 2009).
Tumbuhan menangkap cahaya
menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Klorofil merupakan katalisator
fotosintesis yang sangat penting dalam semua jaringan tumbuhan berfotosintesis.
Klorofil terdapat dalam kloroplas dan sering berkaitan dengan protein, tetapi
mudah diekstraksi ke dalam pelarut lipid. Di dalam tumbuhan, paling sedikit
terdapat lima jenis klorofil. Secara kimia, seluruh jenis klorofil mengandung
satu inti porfirin dengan satu atom. Perbedaan setiap jenis klorofil disebabkan
perbedaan dalam rantai alifatik yang terikat pada inti porfirin (Anonim, 2009).
Berdasarkan
dasar teori tersebut maka dilakukan praktikum mengenai pemisahan pigmen-pigmen
daun.
I.2 Tujuan Percobaan
Memisahkan pigmen-pigmen yang ada pada daun bayam duri
Amaranthus sp dan daun Miyana Coleus sp dengan teknik kromatografi.
I.3 Waktu dan Tempat Percobaan
Percobaan ini dilakukan pada hari Rabu, 26 November 2014 pukul 14.00-16.00 WITA di
ruang Herbarium,
Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Klorofil adalah
pigmen hijau fotosintetis
yang terdapat dalam
tanaman, Algae dan Cynobacteria.
nama "chlorophyll"
berasal dari bahasa Yunani kuno : choloros
= green (hijau), and
phyllon= leaf (daun). Fungsi krolofil pada tanaman adalah menyerap energi
dari sinar matahari untuk digunakan
dalam proses fotosintetis
yaitu suatu proses
biokimia dimana tanaman
mensintesis karbohidrat
(gula menjadi pati),
dari gas karbon
dioksida dan air
dengan bantuan sinar
matahari (Yuniwati dkk, 2012).
Klorofil atau
pigmen utama tumbuhan
banyak dimanfaatkan sebagai
food suplement yang dimanfaatkan untuk
membantu mengoptimalkan fungsi
metabolik, sistem imunitas,
detoksifikasi, meredakan radang
(inflamatorik) dan menyeimbangkan sistem hormonal. Klorofil juga merangsang pembentukan darah karena
menyediakan bahan dasar dari pembentuk haemoglobin. Peran ini disebabkan karena struktur klorofil yang
menyerupai hemoglobin darah
dengan perbedaan pada atom penyusun inti dari cincin porfirinnya. Salah satu
suplemen makanan yang telah
dikonsumsi adalah liquid
chlorophyll atau chlorophyillin yang
berbahan dasar dari ekstrak
klorofil daun alfalfa
(Medicago sativa
L.). Suplemen tersebut
telah banyak diperdagangkan
sebagai suplemen siap saji. Selain berbahan dasar tanaman alfalfa, suplemen
siap saji berbahan dasar klorofil juga
sudah diproduksi dari alga contohnya
Spirulina sejenis alga biru
hijau, dan Chlorella sejenis alga hijau (Yuniwati dkk, 2012).
Klorofil
merupakan pigmen hijau
tumbuhan dan merupakan
pigmen yang paling
penting dalam proses fotosintesis. Sekarang ini, klorofil dapat
dibedakan dalam 9 tipe : klorofil a, b, c, d, dan e. Bakteri klorofil a dan b,
klorofil chlorobium 650 dan 660. klorofil a biasanya untuk sinar
hijau biru. Sementara klorofil b untuk sinar kuning dan hijau. Klorofil lain
(c, d, e) ditemukan hanya pada alga dan dikombinasikan dengan klorofil a. bakteri
klorofil a dan b dan klorofil chlorobium
ditemukan pada bakteri fotosintesis (Yuniwati dkk, 2012).
Klorofil
pada tumbuhan ada dua macam, yaitu klorofil a dan klorofil b. Perbedaan kecil antara struktur
kedua klorofil pada sel keduanya terikat pada protein. Sedangkan
perbedaan utama antar klorofil
dan heme ialah
karena adanya atom
magnesium (sebagai pengganti
besi) di tengah cincin profirin, serta samping
hidrokarbon yang panjang, yaitu rantai fitol (Yuniwati dkk, 2012).
Kloroplas
berasal dari proplastid
kecil (plastid yang
belum dewasa, kecil
dan hampir tak
berwarna, dengan sedikit atau
tanpa membran dalam). Pada
umumnya proplastid berasal hanya dari sel telur yang tak terbuahi, sperma
tak berperan disini.
Proplastid membelah pada
saat embrio berkembang,
dan berkembang menjadi kloroplas
ketika daun dan
batang terbentuk. Kloroplas
muda juga aktif membelah, khususnya
bila organ mengandung
kloroplas terpajan pada
cahaya. Jadi, tiap
sel daun dewasa sering mengandung
beberapa ratus kloroplas. Sebagian besar kloroplas mudah dilihat dengan
mikroskop cahaya, tapi struktur rincinya hanya bias dilihat dengan mikroskop
elektron (Salisbury dan Ross, 1995).
Struktur klorofil
berbeda-beda dari struktur
karotenoid, masing-masing terdapat
penataan selang-seling ikatan kovalen tunggal dan ganda. Pada klorofil,
sistem ikatan yang berseling mengitari cincin
porfirin, sedangkan pada
karotenoid terdapat sepasang
rantai hidrokarbon yang menghubungkan struktur cincin terminal.
Sifat inilah yang memungkinkan molekul-molekul menyerap cahaya tampak
demikian kuatnya, yakni
bertindak sebagai pigmen.
Sifat ini pulalah
yang memungkinkan molekul-
molekul menyerap energi
cahaya yang dapat
digunakan untuk melakukan fotosintesis (Salisbury dan Ross,
1995).
Antosianin banyak terdapat dalam buah, bunga, dan daun yang
memberikan warna merah sampai biru. Salah satu tumbuhan yang diduga mengandung
antosianin adalah tumbuhan Miana Coleus
sp L. Tanaman Miana berkembang di Indonesia sebagai tanaman hias, tanaman ini tergolong famili Lamiaceae
Antosianin seperti pigmen alami lainnya
memiliki tingkat kestabilan yang rendah. Dapat terurai selama proses ekstraksi,
pemurnian, dan selama penyimpanan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
kestabilan dari antosianin ini adalah pH, suhu, cahaya dan tipe pelarut.
Antosianin stabil memberikan warna merah orange pada pH rendah, sedangkan dalam
suasana basa antosianin berwarna biru-ungu atau kadang-kadang kuning (Hardiyanti
dkk, 2013).
Pada
abad ke-19, prinsip-prinsip kromatografi (Yunani; chroma = warna + graphien =
menulis) ditemukan oleh seorang ahli kimia Rusia.mula-mula metoda ini hanya
digunakan untuk memisahkan zat-zat yang mempunyai warna saja, yaitu
pigmen-pigmen. Tetapi, paa tahun 1930-an kromatografi mulai digunakan untuk
memisahkan zat-zat yang tidak berwarna (Johannes dkk, 2014).
Kromatografi
merupakan salah satu teknik
analisis yang terpenting untuk pemisahan campuran senyawa-senyawa kimia. Pada dasarnya teknik
krornatografi terdiri atas dua
fase yaitu fase
diam (berupa cairan atau padat)
dan fase gerak (berupa
cairan dan gas).
Pemisahan komponen campuran dapat
tetjadi karena adanya perbedaan,
kecepatan migrasi. Sedangkan perbedaan
kecepatan migrasi ini timbul karena
adanya perbedaan
perbandingan distribusi (penyerapan)
dari komponen campuran di antara
dua fase tersebut (Mukaromah,
2008).
BAB III
METODE PERCOBAAN
III.1 Alat dan Bahan
Alat
yang digunakan pada percobaan ini adalah tabung reaksi, gelas kimia, corong,
mortar penumbuk, gunting, alat tulis, penjepit kertas dan pipet tetes.
Bahan yang digunakan pada percobaan
ini yaitu daun tanaman bayam Amaranthus
sp, daun miyana Coleus sp, kertas
kromatografi, 8% aseton dan 92% eter petroleum.
III.2 Tahapan Kerja
Adapun tahapan kerja pada percobaan ini yaitu :
1.
Dicuci tangan
sebelum memegang kertas kromatografi karena minyak yang ada pada tangan akan
sangat berpengaruh terhadap hasil percobaan.
2.
Dipotong kertas
kromatografi sesuai dengan tinggi tabung reaksi, disesuaikan dengan sumbat
tabung dan pengait dari penjepit kertas agar kertas menggantung tanpa menyentuh
dasar tabung dan diberi tanda pada tabung reaksi.
3.
Dituang larutan
pelarut organik ke dalam tabung reaksi setinggi kira-kira 5 mm di bawah tanda
yang telah dibuat sebelumnya, ditutup tabung reaksi tersebut dan diletakkan
dalam rak tabung reaksi.
4.
Dimasukkan
beberpa daun miyana dan bayam (dikerjakan terpisah) dalam mortar, dan gerus
sampai halus, ditambahkan aseton ± 5 cc.
5.
Disaring hasil
gerusan dengan kertas saring dan corong, tamping filtratnya dalam gelas kimia.
6.
Ditittikkan
setetes ekstrak yang diperoleh pada ujung bawah kertas kromatografi yang telah
diberi tanda yang sama tinggi dengan tanda pada tabung reaksi, ditunggu sampai
kering. Dititikkan lagi setetes ekstrak di tempat yang sama dan biarkan lagi
mongering. Diulangi perlakuan ini minimal sampai 4 kali.
7.
Dibuka sumbat
tabung dan digantungkan kertas kromatografi pada pengait yang telah dibuat pada
sumbat tabung, lalu ditutup kembali tabung reaksi tersebut.
8.
Dijaga agar noda
pigmen tidak menyentuh permukaan larutan pengembang dan dipastikan bahwa sumbat
tabung sudah tertutup rapat. Diletakkan kembali dalam tabung reaksi.
9.
Diperhatikan
naiknya larutan pengembang, jika larutan pengembang sudah hampir menyentuh pengait,
diangkat sumbat tabungnya dan dipegang sampai kertas kromatografi kering.
10. Diamati kertas kromatografi tersebut.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
Nama Tanaman
|
Jumlah
Lapis Warna
|
Jumlah Lapis Warna yang Mengandung
Klorofil
|
Warna
yang Nampak
pada Kertas Kromatografi
|
|
Miyana Coleus sp
|
3
|
2
|
Hijau muda
(klorofil a), hijau tua (klorofil b) dan kuning (karotenoid)
|
|
Bayam Amaranthus sp
|
3
|
2
|
Hijau muda
(klorofil a)
hijau tua
(klorofil b) dan
kuning
(karotenoid)
|
|
IV.2 Pembahasan
Klorofil
merupakan pigmen hijau
tumbuhan dan merupakan pigmen yang
paling penting dalam proses fotosintesis. Untuk mengetahui
bahwa warna hijau dalam daun adalah hasil campuran beberapa warna pigmen maka digunakan metode untuk memisahkan
pigmen-pigmen dari daunnya dan memisahkan pigmen-pigmen ini satu dari yang
lainnya.
Kromatografi merupakan salah satu
teknik analisis yang terpenting untuk pemisahan campuran senyawa-senyawa kimia. Pada dasarnya teknik
krornatografi terdiri atas dua
fase yaitu fase
diam (berupa cairan atau padat)
dan fase gerak (berupa
cairan dan gas).
Pemisahan komponen campuran dapat
tetjadi karena adanya perbedaan, kecepatan migrasi. Perbedaan kecepatan
migrasi ini timbul karena adanya
perbedaan perbandingan
distribusi (penyerapan) dari komponen
campuran di antara dua
fase tersebut.
Pada
percobaan ini sampel yang digunakan yaitu daun tanaman bayam duri Amaranthus sp dan miyana Coleus sp tanaman ini digunakan untuk
melihat pigmen klorofil yang terkandung dalam daun bayam dan pigmen karotenoid
dalam tanaman miyana. Larutan pelarut organik yang digunakan yaitu 8% aseton
dan 92% eter petroleum. Larutan aseton yang digunakan berfungsi untuk
mengaktifkan 2 pigmen klorofil yaitu klorofil a dan b sekaligus untuk
melarutkan pigmen klorofil. Sedangkan eter petroleum hanya mampu mengaktifkan 1
pigmen warna saja yaitu pigmen klorofil
a.
Pada
tanaman bayam duri Amaranthus sp
lapisan warna yang nampak pada kertas kromatografi berjumlah 3 lapis dan ketiga
lapisan tersebut berwarna hijau tua (klorofil a), hijau muda (korofil b) dan
kuning (karotenoid). Hal ini membuktikan bahwa tanaman bayam mengandung dua pigmen
klorofil a, klorofil b serta pigmen karotenoid sehingga berwarna hijau serta
kuning . Sedangkan pada tanaman miyana Coleus
sp lapisan warna yang nampak pada kertas kromatorgafi berjumlah 3 lapis dan
ketiga lapisan tersebut berwarna hijau muda (klorofil a), hijau tua (klorofil
b) dan kuning (karotenoid). Hal ini membuktikan bahwa tanaman miyana Coleus sp mengandung pigmen klorofil a,
klorofil b serta karotenoid sehingga berwarna hijau dan kuning.
Pada
teknik kromatografi ini terdapat 2 fase yaitu fase gerak dan fase diam. Fase
gerak terjadi pada larutan tanaman sedangkan fase diam terjadi pada kertas
kromatografi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, maka
dapat disimpulkan bahwa teknik kromatografi merupakan teknik pemisahan zat-zat kimia
yang terdiri dari dua fase yaitu fase gerak (larutan) dan fase diam (kertas
kromatografi). Hasil pemisahan yang didapatkan yaitu bahwa bayam Coleus sp mengandung pigmen klorofil a,
klorofil b serta karotenoid sehingga berwarna hijau dan kuning sedangkan miyana
Amaranthus sp mengandung pigmen
klorofil a dan b sehingga berwarna hijau muda dan tua.
V.2 Saran
Sebaiknya asisten menjelaskan mengenai lapisan warna
yang terbentuk kepada praktikan setelah selesai praktikum, terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Pemisahan
Zat Warna Secara Kromatografi. http//:denabi
Hardiyanti. Darwis, Djaswir dan Santoni, A. 2013 Ekstraksi dan
Uji
Antioksidan
Senyawa Antosianin Dari Daun Miana (Coleus scutellarioides L (Benth).) Serta Aplikasi
Pada Minuman. Jurnal Kimia Unand. Vol 2. No 2. Hal : 2. Universitas Andalas.
Kalimantan.
Johannes, Eva. Tambaru, Elis. Suhadiyah,
Sri. Latunra, Andi, Ilham dan
Ferial, W., E. 2014.
Pedoman Praktikum Fisiologi
Tumbuhan. Universitas
Hasanuddin. Makassar.
Mukaromah A., H. 2008. Identifikasi Zat Warna Rhodamine B Pada
Lipstik
Berwarna Merah. Jurnal
Analisis Kesehatan. Vol 1. No 1. Hal : 4. Universitas Muhammadiyah.
Semarang.
Salisbury, J. W. dan Ross.
1995.
Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB
Yuniwati, Murni. Kusuma, Ari, Wijaya dan Yunanto Fajar. 2012. Optimasi
Kondisi
Proses Ekstraksi Zat Pewarna Dalam Daun Suji Dengan Pelarut Etanol.
Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST). Institut
Sains & Teknologi AKPRIND. Yogayakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar