LAPORAN
PRAKTIKUM
FISIOLOGITUMBUHAN
PERCOBAAN I
JARINGAN TRANSPORT AIR
NAMA :
SOPHIA MARCELINA YANSIP
NIM :
H41113701
KELOMPOK : I (SATU) A
ASISTEN :
ABDI KHALIK
HARI/TANGGAL :
RABU/5 NOVEMBER 2014
LABORATORIUM BOTANI JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Transportasi pada
tumbuhan melibatkan jaringan-jaringan pengangkut, seperti xilem dan floem.
Keberadaan xilem dan floem pada setiap tumbuhan sangat penting keberadannya,
seperti pembuluh darah pada manusia dan hewan. Jika seandainya jaringan
pengangkut xilem dan floem tidak ada pada tumbuhan, maka dapat dipastikan
transportasi pada tumbuhan tidak akan terjadi. Xilem dan floem sangat penting
bagi proses kehidupan sebuah tanaman dan juga bagaimana mereka berperan untuk
mengambil air dari dalam tanah dan kemudian menyebarkannya ke seluruh bagian
tanaman agar semua organ tanaman dapat berkembang secara maksimal.
berkembang (Sutrian, 2004).
berkembang (Sutrian, 2004).
Status air dari
tumbuhan bergantung pada kecepatan relatif penyerapan air oleh akar dan
kehilangan air oleh transpirasi. Penyerapan air yang tidak cukup oleh akar
menimbulkan defisit air dalam tumbuhan, termasuk sel-sel daun suatu defisit yang mengakibatkan penurunan evaporasi air sehingga
laju transpirasi menjadi rendah. Di samping itu transpirasi yang berlebihan
juga dapat menimbulkan defisit air. Resultant defisit tekana difusi pada semua
sel tumbuhan termasuk sel-sel akar, memperbesar gradien dari larutan tanah ke
akar dan dengan demikian meningkatkan penyerapan air. Sistem transport bekerja
sebagai suatu unit yang cenderung menjaga agar sel tumbuhan selalu dalam keadaan
turgid (Johannes dkk., 2014).
Berdasarkan
dasar teori tersebut maka dilakukan praktikum mengenai jaringan transport air
pada tumbuhan.
I.2 Tujuan Percobaan
Melihat proses transport air melalui xilem.
I.3 Waktu dan Tempat Percobaan
Percobaan ini dilakukan pada hari Rabu, 5 November 2014 pukul 14.00-17.00 WITA di
Laboratorium Herbarium,
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Hasanuddin, Makassar.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
II.1 Mekanisme Transport Air Pada
Tumbuhan
Proses
fisiologi yang berlangsung pada tumbuhan banyak berkaitan dengan air termasuk
cara pengangkutan dan prosesnya. Air dapat diserap tanaman melalui
akar bersama-sama dengan unsur-unsur hara yang terlarut didalamnya, kemudian
diangkut ke bagian atas tanaman, terutama daun, melalui pembuluh xilem.
Pembuluh xilem pada akar, batang dan daun merupakan suatu sistem yang kontinu,
berhubungan satu sama lain (Koryati, 2004).
Molekul air dapat terikat pada suatu
permukaan hidrofilik oleh tenaga hidrasi dengan kekuatan antara - 100 MPa
sampai – 300 MPa. Dengan demikian air yang sudah berada didalam pembuluh xilem
tidak akan tertarik lagi oleh gaya gravitasi (Koryati, 2004).
II.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Transport Air
Pada Tumbuhan
Faktor-Faktor
yang memperngaruhi pengangkutan air pada tumbuhan melalui pembuluh xilem adalah
(Koryati, 2004):
a. Daya Hisap Daun (Tarikan
transpirasi)
Pada Organ Tumbuhan terdapat proses penguapan air melalui
mulut daun (stomata) yang dikenal sebagai proses transpirasi. Proses ini
menyebabkan sel daun kehilangan air dan timbul tarikan terhadap air yang ada
pada sel-sel di bawahnya dan tarikan ini akan diteruskan molekul demi molekul.
Menuju ke bawah sampai ke seleuh kolom air pada xilem sehingga menyebabkan air
tertarik ke atas dari akar menuju ke daun. Dengan adanya transpirasi membantu
tumbuhan dalam proses penyerapan dan transportasi air di dalam tumbuhan.
Daya Isap daun adalah timbulnya
tarikan terhadap air yang ada pada sel-sel di bawahnya dan tarikan ini
akan diteruskan molekul demi molekul, menuju kebawah sampaike seluruh kolom air
pada xilem sehingga menyebabkan air tertarik ke atas dari akar menuju ke
daun. Daun yang umumnya tipis dan lebar juga menyebabkan tumbuhan
mudah kehilangan air karena, air yang ada di daun menguap. Hilangnya air yang menguap ini akan menyebabkan tekanan
pada daun menjadi rendah sehingga
menarik air yang ada di pembuluh. Isapan daun ini akan membuat air yang
terdapat di akar naik ke atas.
b. Kapilaritas Batang
Pengangkutan air melalui pembuluh kayu(xilem), terjadi
karena pembuluh kayu (Xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler. Dengan
kata lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas. Daya
kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara molekul air dengan air dan
ahesi antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem. Baik kohesi maupun
ahesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daun
secara bersambungan.
c. Tekanan Akar
Akar tetumbuhan menyerap air dan garam mineral baik siang
maupun malam. Pada malam hari, ketika transpirasi sangat rencah, atau bahkan
nol, sel-sel akar masih tetap menggunakan energi untuk memompa ion-ion mineral
ke dalam xilem. Endodermis yang mengelilingi stele akar tersebut membantu
mencegah kebocoran ion-ion ini kelaur dari stele. Akumulasi mineral di dalam
stele akan menurunkan potensial air. Air akan mengalir masuk dari korteks akar,
menghasilkan suatu tekanan positif yang memaksa carian naik ke xilem. Dorongan
getah xilem ke arah atas ini disebut tekanan akar (roof pressure). Tekanan akar
juga menyebabkan tumbuhan mengalami gutasi, yaitu keluarnya air yang berlebih
pada malam hari melalui katup pelepasan (hidatoda) pada daun. Biasanya air yang
keluar dapat kita lihat pada pagi hari berupa tetesan atau bituran air pada
ujung-ujung helai daun rumput atau pinggir daun kecil herba (tumbuhan tak
berkayu) dikotil.
d. Pengaruh sel-sel yang hidup
Sel-sel hidup yang menyusun tubuh tumbuhan memerlukan air,
sehingga di dalam sel akan selalu kekurangan air dan menyerap dari sekitarnya.
II.3
Proses Kelangsungan Hidup Tumbuhan
Kemampuan tanaman untuk
mengangkut air ke daun berhubungan dengan kelangsungan hidup tanaman.
Penyediaan air ke daun tergantung pada keberadaan kolom
air pada xilem
dari akar ke pucuk.
Apabila saluran tidak
terisi air dalam waktu
lama maka dapat
menyebabkan tekanan hidrolik di
dalam xilem menurun.
Karena jalur hidrolik
ini dipengaruhi oleh tegangan
selama transpirasi, akibatnya tanaman
dapat mengalami embolisme apabila terjadi
kekeringan. Kohesi, yaitu daya
tarik menarik antar molekul sejenis dan daya inilah yang
ikut berperan dalam pergerakan air
dalam lintasan mulai
dari tanah, melalui epidermis, korteks, dan endodermis, masuk ke
jaringan pembuluh akar,
naik melalui unsur xilem,
masuk ke daun,
dan akhirnya ke stomata
untuk kemudian ditranspirasikan ke atmosfer.
Struktur khusus lintasan
ini (diameter kecil dan
dinding tebal yang mencegah rebahnya tabung pembuluh), potensial osmotik
yang rendah pada sel batang
dan daun, serta
kemampuan hidrasi dinding sel
terutama di daun
membuat sistem ini berfungsi (Prihastanti, 2010).
Beberapa spesies
tanaman mempertahankan status airnya dengan memperpanjang akar. Ini merupakan
gejala alam dimana bertambahnya panjang akar karena adanya stress air.
Bertambahnya bobot segar akar mengindikasikan kerapatan akar tinggi di dalam
tanah atau karena sistem perakaran yang dalam karena adanya stress. Variasi
dalam pertumbuhan adalah satu ciri untuk menentukan ketahanan spesies dalam
kondisi kekeringan. Untuk menjaga potensial air yang tinggi, terutama dalam
kondisi kekeringan tanaman tidak hanya menjaga pengambilan akar tetapi juga
memperlambat aliran air dari akar ke daun. Hal tersebut dapat dicapai dengan
menambah diameter pembuluh xilem atau menambah jumlah pembuluh xilem. Potensial
air yang paling rendah pada tanaman berada pada mesofil daun, karena
bagian-bagian xylem selalu dari daun menuju akar, potensial air rendah didalam
sel menggambarkan air naik ke atas melalui xilem sebenarnya transpiasi tanaman
yang cepat mempunyai tekanan yang negative, potensial air juga menjadi lebih
negative (Charloq dan Setiado, 2005).
III.4
Struktur Pembuluh Xilem
Struktur dari
pembuluh xilem merupakan faktor penting
pada penentuan keberadaan terjadinya kavitasi
yang diinduksi oleh
stres air. Pembuluh xilem
dkelilingi oleh membran
dengan lubang-lubang kecil (pit
membrane) yang
menghubungkan dari pembuluh satu ke
pembuluh lainnya. Membran dengan
lubang kecil terbentuk oleh suatu
dinding sel primer
dan lamela tengah dari pembuluh yang membentuk struktur
anyaman mikrofibil selulosa yang
rapat, didalam suatu matrik
hemiselulosa dan pektin
polisakarida. Pit membrane
(lubang pori membran) berfungsi
sebagai filter dan
sebagai jalan masuknya nutrien, namun ketika lubang pori terisi oleh
gelembung udara, maka
dapat memungkinkan masuknya patogen
dan partikel yang berasal dari
pembuluh xilem yang berdekatan
(Dicikson, 1989).
III.5
Pergerakan Air Dari Dalam Tanah Menuju Atmosfer
Dalam
hubungannya dengan pergerakan air dari dalam tanah ke atmosfer, dapat dibagi
dalam 3 fase yaitu (Johannes dkk., 2014):
1.
Larutan tanah, dipisahkan dari xilem
oleh sebuah membran (pertama).
2.
Pembuluh xilem (berisi cairan xilem)
yang berupa tabung atau 1 set tabung yang menghubungkan akar dan daun.
3.
Udara, dipisahkan dari ujung xilem
bagian atas oleh sebuah membran (kedua).
Aliran air dalam sistem ini akan
ditentukan oleh arah dari gradien potensial air dari masing-masing fase.
Pada
malam hari tumbuhan hanya sedikit kehilangan air berlangsung terus sampai semua
sel tumbuhan berada dalam keadaan turgid penuh. Potensial solut daun memiliki
nilai yang kurang lebih sama dengan potensial tekanan, sehingga tidak terjadi
pergerakan air (difusi). Potensial air sebesar -2 sampau -3 bar memberikan
tekanan positif dengan nilai yang kurang lebih sama dalam cairan xilem. Sel-sel
lain juga memiliki nilai potensial tekanan yang sama dengan potensial solut
sehingga difusi tidak terjadi (Johannes dkk., 2014).
BAB
III
METODE
PERCOBAAN
III.1 Alat dan Bahan
Adapun
alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop, objek glass, cover
glass, pipet tetes, gelas kimia, silet dan kamera.
Bahan yang digunakan pada percobaan
ini yaitu sirih-sirihan Peperomia
sp., pacar air Impatiens balsamina,
aquades, safranin dan metilen blue.
III.2 Tahapan Kerja
Adapun tahapan kerja pada percobaan ini yaitu :
1.
Disiapkan
mikroskop
dan alat-alat serta bahan lainnya.
2.
Dicampurkan air destilata dengan pewarna
safranin dan metilen blue dalam gelas kimia yang berbeda, saring larutan dengan
kertas saring.
3.
Dimasukkan tanaman sirih-sirihan Peperomia sp. Dan pacar air Impatiens balsamina sampai seluruh
bagian akarnya terendam.
4.
Diamati air yang telah dicampur dengan
pewarna mulai naik di dalam batang tanaman.
5.
Dibuat preparat sayatan melintang batang
tanaman percobaan dan mengamati dengan mikroskop.
6.
Dipotret hasil sayatan dari tanaman.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
IV.1
Hasil Pengamatan
IV.1.1
Penampang Melintang Pacar air Impatiens
balsamina
Gambar
1. Jaringan pembuluh xilem pada Pacar air Impatiens
balsamina
IV.1.1
Penampang Melintang Sirih-sirihan Peperomia
sp
Gambar
2. Jaringan pembuluh floem pada Sirih-sirihan Peperomia sp
IV.2
Pembahasan
Air
merupakan senyawa yang dibentuk dalam jumlah yang besar, baik untuk tumbuhan,
manusia, maupun hewan. Bagi tumbuhan, air sangat dibutuhkam untuk perkembangan
dari tumbuhan ataupun tanaman tersebut. Air merupakan komponen utama dalam
tumbuhan, diman air menyusun 60-90 % dari berat daun. Jumlah air yang dikandung
tiap tanaman berbeda-beda, hal ini bergantung pada habitat dan jenis spesies
tumbuhan tersebut.
Jaringan pengangkut pada tumbuhan
terdiri dari xilem yang merupakan jaringan pengangkut air dan juga
mineral-mineral dari dalam tanah ke batang sedangkan floem sebagai jaringan
pengangkut bahan organik (bahan-bahan makanan) atau mengangkut hasil
fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. Xilem dan Floem bersama-sama sering
disebut sebagai berkas pengangkut (berkas vascular). Tumbuhan yang mempunyai
jaringan pengangkut disebut tumbuhan vascular.
Pada percobaan ini sampel yang
digunakan yaitu tanaman sirih-sirihan Peperomia
sp dan pacar air Impatiens balsamina,
tanaman ini digunakan untuk melihat pembuluh xilem karena kedua tanaman ini
sama-sama memiliki batang yang transparan sehingga lebih mudah untuk melihat
jaringan pembuluh xilem. Pewarna safranin dan metilen blue juga digunakan
sebagai sampel air yang membantu melihat
jaringan pembuluh xilem dalam proses pengangkutan air. Ketika air didifusikan
ke dalam tubuh tanaman tersebut maka batang tanaman tersebut akan mengalami
perubahan warna menjadi biru atau merah.
Pada tumbuhan tingkat tinggi, air
masuk ke dalam sel tanaman melalui proses difusi, yang mana proses difusi ini
terjadi karena perbedaan konsentrasi, yaitu konsentrasi di ruang
yang dalam sel lebih rendah di bandingkan konsentrasi di luar
sel. Sel tumbuhan dapat mengalami kehilangan air yang besar jika potensial
air di luar sel lebih rendah dibandingkan dengan potensial air di dalam sel,
sehingga akan mengakibatkan volume isi sel akan menurun dan tidak akan mampu
mengisi seluruh telah dibentuk oleh sel tersebut. Bukti bahwa air diangkut oleh
oleh xilem, dapat dilihat pada sampel bahan pacar air Impatiens balsamina. dan sirih-sirihan Peperomia sp.
Jaringan pembuluh xilem yang diamati pada tanaman
sirih-sirihan Peperomia sp berwarna
biru karena tanaman tersebut dimasukkan ke dalam larutan air yang di campur
denganmetilen blue. Sedangkan jaringan pembuluh xilem pada tanaman pacar air Impatiens balsamina berwarna merah
karena tanaman tersebut dimasukkan ke dalam larutan air yang di campur dengan
pewarna safranin.
Pengangkutan air melalui pembuluh kayu(xilem), terjadi
karena pembuluh kayu (xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler. Dengan
kata lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas. Daya
kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara molekul air dengan air dan
ahesi antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem. Baik kohesi maupun
ahesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daun
secara bersambungan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, maka
dapat disimpulkan bahwa fungsi jaringan pengangkut xilem adalah
mengangkut air serta zat-zat yang terlarut didalamnya. Xilem tersusun seperti rangkaian pipa-pipa
kapiler sehingga pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas.
V.2 Saran
Sebaiknya tanaman yang akan dipraktikum direndam
lebih lama agar hasilnya lebih maksimal, terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Charloq
dan Setiado, Hot. 2005. Analisis Stres Air Terhadap Pertumbuhan Bibit
Karet Unggul. Jurnal Komunikasi Penelitian. Vol 17. No 6. Hal : 2. Jurusan
BDP. FP USU. Medan.
Dickson
R., E. 1989. Forest Tree Physiology.
Elsevier Press, Paris.
Johannes, Eva dkk. 2014. Pedoman Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Universitas
Hasanuddin,
Makassar.
Koryati, Try. 2004. Pemanfaatan
Zat Pengatur Tumbuh Untuk Memperpendek
Masa Non Produktif Pada Tanaman Karet. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu
Pertanian. Vol 2. No 2. Hal : 2. UNHAM Press,
Medan.
Prihastanti,
Erma. 2010. Perubahan Struktur
Pembuluh
Xilem
Akar
Kakao
(Theobroma
cacao L.) dan Gliricidia sepium pada
Cekaman Kekeringan.
Jurnal Bioma. Vol 12. No
1. Hal : 2. Jurusan
Biologi FMIPA Undip.
Semarang.
Sutrian.
2004. Pengantar Fisiologi
Tumbuh-tumbuhan. Rineka Cipta, Jakarta.
LAMPIRAN
Tanaman Pacar
air Impatiens balsamina (kiri) yang
dimasukkan dalam botol yang berisi pewarna destilata berwarna biru dan
Sirih-sirihan Peperomia sp (kanan)
yang dimasukkan dalam botol yang berisi pewarna destilata berwarna merah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar